Monday, March 5, 2018

Sprinkling in Silence 24 (Percikan dalam Kesunyian 24) : Sunyi Sepi

SUNYI SEPI

Maaf sahabatku ...

(Jalan kehidupanku mungkin jauh beda dengan jalanmu.....
Sadarilah bahwa perbedaan jalan kita masih sempat membentang lalu merapat mendekat tampak seiring sejalan)
====>>>
====>>>
Dunia ini sunyi sepi, sunyi dari kesucian ruh yang setiap kali memuji ilahiy. Kesepian kali ini semakin menjadi-jadi.
Padanya sepertiga malam baru kutemukan secercah riuh rendah hamba yang mengaku abdullah (artikan = hamba allah) yang mahfudzi (artikan = terpuji) sedang berbisik pada Tuhan agar maqomnya mencapai derajat tertinggi lagi terpuji. Yang demikian telah ada dalam kesunyian. Cuma segelintir orang memilih jalan ini, jalan yang diiringi restu ilahiy. Aku berharap termasuk orang yang beroleh gelar abdullah yang mahfudzi yang senantiasa menadahkan tangan mengumpulkan percikan dalam kesunyian. Aku mengerti Sepercik kasih sang ilahiy penyejuk qolbiy yang senantiasa assalaam
Tapi sayang sekali aku masih di antara banyak orang yang berada di jalan sunyi saat aku menapaki jalan sunyi meniti maqom terpuji walau seberat ini aku lalui gemerlapan di antara pesta mall, celotehan pasar dan plaza, gagah gedung menjulang, kilauan lampu kota bertebaran. 
Qolbu ruh hati yang bersih suci pada kerumunan basyari (artikan = manusia) semakin dibentangi sunyi sepi darinya, sunyi dari pikir zikir dan takbir memuji ilahiy robbiy yang maha terpuji meski gundukan harta di tangannya, tingginya pangkat dipunyainya.
Dari saya PUISI YANG MEMPESONA http://puisimempesona.blogspot.co.id

Ikhsan,
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Senin, 5 Maret 2018

Dipublikasikan pertama kali di blog http://ikhsanfalihi.blogspot.co.id pada hari Senin 5 Maret 2018





All the titles can be read in this link (Click on here)
Daftar semua judul dapat di baca di link sini ( Klik di sini)